Senin, 14 Mei 2012
Cinta ditolak dukun bertindak
Oleh Drs. Mukhlis Denros
Negeri yang penuh dengan syirik, kurafat dan tahyul ini membuat masyarakatnya mempercayai hal-hal yang berbau mistik, segala sesuatunya dipandang dan dikait-kaitkan secara ghaib yang melibatkan tokoh sentralnya yaitu dukun, kepercayaan ini mendarah daging pada penduduknya walaupun mereka sudah mengerti dari asfek ilmu hal itu tidak layak dipercayai, demikian pula mereka mengerti bahwa dari asfek agama yang demikian itu bertentangan dengan aqidah tauhid, tapi karena ini merupakan warisan nenek moyang, tradisi yang sudah turun temurun bila tidak mengikutinya tentu lain pula pandangan orang kepadanya, padahal itu semua menjauhkannya dari kebenaran islam yang otomatis memadamkan cahaya fithrahnya.
Cahaya fithrah; kesucian manusia telah mengakui Allah sebagai Ilah sejak dari alam ruh atau alam kandungan sebagaimana sabda Rasulullah,”Setiap bayi yang lahir dalam keadaan suci, maka orangtuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi dan Nasrani”[HR. Bukhari]
”Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)", [Al A'raf 7;172]
Bila syirik telah menjalar pada diri manusia, fitrahnya tercemar oleh noda-noda yang dapat merusak iman, bila syirik telah mendarah daging walaupun fithrahnya tidak menerimanya tapi diapun tidak mampu untuk menolaknya, apalagi lingkungan kondusif untuk itu maka segala aktivitasnya sarat dengan kesyirikan. Demikian pula halnya yang berkaitan dengan cinta mencintai hingga tegaknya sebuah rumah tangga, mereka selalu melibatkan kehebatan sang dukun atau orang pintar.
Perkawinan adalah bentuk paling sempurna dari kehidupan bersama, inilah pandangan ahli-ahli moral, hidup bersama tanpa nikah hanyalah membuahkan kesenangan semu atau sekilas waktu. Kebahagian hakiki dan sejati diperdapat dalam kehidupan bersama yang diikat oleh pernikahan. Firman Allah ”Maka nikahilah wanita-wanita yang kamu pandang baik untukmu” [An Nisa’ 4;3], Rasulullah bersabda, ” Hai para pemuda, siapa diantara kamu yang sudah sanggup kawin, hendaklah dia menikah, karena perkawinan itu untuk memelihara pandangan mata agar tidak liar dan dapat memelihara keliaran nafsu birahi”.
Yang dimaksud mampu bukan sekedar umur saja, tetapi mencakup pada fisik dan psikologis, sehat rohani, jasmani, bertanggungjawab, berpengetahuan, cinta dan kasih sayang, serta agama harus menjadi pedoman yang kuat dalam menjadikan hidup keluarganya. Dunia perkawinan tidak hanya melulu merupakan ketentraman dan kesenangan, cukup banyak tantangan serta cobaannya. Bukan hanya cukup dalam hal materi saja yang menentukan seseorang untuk membina rumah tangga yang baik, juga suasana tentram dan harmonis.
Bagaimana akan mendatangkan rumah tangga yang bahagia, berkah dan bertabur rahmah, bila sejak awal rumah tangga itu melibatkan pihak ketiga yaitu orang pintar dijadikan sebagai dukun, sejak awal jatuh cinta peran syaitan sudah bermain disana, jampi-jampi menyeruak ke rumah orang yang dicintai, bau kemenyanpun semerbak menghiasi setiap malam jum'at yang dijadikan malam wakuncar, jimat agar sang kekasih tidak berpaling kepada orang lainpun selalu melekat di pinggang sang arjuna, air putih yang sudah dimantra-mantra jadi suguhan kepada sang kekasih bila ada waktu untuk berdua saja serta sejuta senjata pamungkas yang beraroma klenik untuk meraih simpati sang idola dijaga dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat dipastikan calon isteri dapat dipersunting dalam waktu singkat.
Kadangkala untuk mengekalkan kesyirikan seseorang maka digunakan oleh syaitan agar mangsanya percaya dan yakin dengan segala pesan-pesannya dengan wirid harian yang tidak lepas dari bahasa Arab dan Al Qur'an, tidak jarang juga melakukan puasa sekian hari, shalat malam ditentukan hari dan waktunya, yang intinya ibadah yang dilakukan bukan karena Allah tapi karena sesuatu, maksudnya meruntuhkan hati calon isteri agar dia takluk di pangkuannya.
Padahal Allah memerintahkan kita beribadah kepada-Nya saja bukan kepada syaitan dan para dukun, hal ini jelas-jelas telah melencengkan ibadah yang sebenarnya, Allah berfirman dalam surat Al Kahfi 18;110
“Katakanlah: Sesungguhnya Aku Ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".
”Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” [Al Baiyinah 98;5].
Bila pujaan hati gagal disunting karena kurangnya sajen yang dipersembahkan atau tidak lengkapnya persyaratan yang diberikan sehingga sang pacar memutuskan hubungan, dia menikah dengan orang lain, maka hal itu tidak bisa diterima, sakit hati akan berbalas dengan menyakitkan orang lain, bagaimanapun juga tidak ada istilah cinta ditolak, bila terjadi juga berarti pelecehan dan menginjak-injak harga diri, maka tunggulah pembalasannya, cinta ditolak dukun akan bertindak.
Mulailah sang dukun bekerja keras agar permohonan untuk menggagalkan pernikahan dapat dilakukan, sajian diperbanyak, kemenyan semakin mengebul, bunga dengan sekian ramuan disediakan, kehebatan dukun mulai dinampakkan dengan jalan menyakiti, menjadi gila hingga membunuh dengan santet dan guna-guna, intinya ini terjadi karena keinginan secara wajar untuk menyunting anak gadis orang tidak kesampaian.
Bagaimana negeri ini tidak mendapat bencana dan musibah dari Allah bila syirik dan kezhaliman merajalela di dalamnya, sejak awal berdirinya rumah tangga sudah dihiasi dengan syirik, hingga kelakpun syirik akan dilaksanakan dalam rangka memelihara kelanggelangan rumah tangga itu dengan istilah pekasih dan istilah-sitilah lainnya, padahal Rasulullah telah menyebutkan bahwa segala yang berkaitan dengan syirik itu berdosa dan akan mendatangkan malapetaka, Allah berfirman;
"Dan Demikianlah kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia]. Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, Maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan'[Al An'am 6;112].
Rasulullah bersabda"Barangsiapa mendatangi dukun peramal dan bertanya kepadanya tentang sesuatu (lalu mempercayainya) maka shalatnya selama empat puluh malam tidak akan diterima" (HR. Muslim)
"Barangsiapa mendatangi dukun peramal dan percaya kepada ucapannya maka dia telah mengkufuri apa yang diturunkan Allah kepada Muhammad Saw."(Abu Dawud)
"Sesungguhnya pengobatan dengan mantra-mantra, kalung-gelang penangkal sihir dan guna-guna adalah syirik" (HR. Ibnu Majah)
Jatuhnya manusia kelembah dosa sebangsa syirik dan kezhaliman lainnya karena memang tipudaya yang dilakukan oleh syaitan memakai kaki tangan para dukun. Memoles kesesatan agar tampak baik dan menarik hati adalah jurus abadi iblis dan antek-anteknya. Bahkan inilah jurus pertama iblis sebelum menggoda manusia untuk bergumul dengan dosa. Allah berfirman:
“Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,” (Al-Hijr 39)
Maka setan menghiasi perbuatan keji terlebih dahulu, baru dilanjutkan dengan menyesatkan manusia. Ibnul Qayyim mengomentari ayat tersebut: “Di antara strategi iblis adalah menyihir akal secara kontinyu hingga terpedaya, tidak ada yang selamat darinya kecuali yang dikehendaki Allah. Dia menghiasi perbuatan yang hakekatnya menimbulkan madharat sehingga tampak sebagai perbuatan yang paling bermanfaat. Begitupun sebaliknya, dia mencitrakan buruk perbuatan yang bermanfaat sehingga nampak mendatangkan madharat…”
Selayaknya kita kembali kepada kehendak Allah agar hidup ini penuh dengan keberkahan yang didatangkan dari isi bumi dan langit sehingga hidup dalam keadaan baik, jauh dari syirik sehingga iman memang hanya mentauhidkan Allah semata, menjalankan ibadah hanya untuk tujuan mencari ridha Allah, maka sejarah telah membuktikan kepada kita, dunia ini akan terhindar dari bencana, tapi bila sebaliknya maka berbagai musibah dan malapetaka beruntun memuntahkan kemurkaannya, wallahu a'lam. .[Cubadak Solok, 26 Zulqaidah 1431.H/ 3 Nofember 2010.M]
Referensi;
1.HM.As'ad El Hafidy, Kangker Tauhid, leh Media Da'wah Jakarta, 1990
2. Hadits Arbain An Nawawi, Sofyan Efendi, HaditsWeb 3.0,
3. Al Qur'an dan terjemahannya, Depag RI, 1994/1995
4. Kumpulan Ceramah Praktis, Drs. Mukhlis Denros, 2009
5.Fiqih Quran & Hadist Swaramuslim.net Okt 2004 - Maret 2006
Penulis Drs. St. Mukhlis Denros
Ketua Yayasan Garda Anak Nagari Sumatera Barat
Anggota DPRD Kabupaten Solok 1999-2009
Hak Cipta Dilindungi Allah Subhanahu Wata’ala
Tidak Dilarang Keras Mengkopi dan Menyebarkan Materi ini
dengan menyebutkan sumbernya; http://mukhlisdenros.blogspot.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

saya juga lg stress krna saya umur 42 thn msh nganggur dan jomblo. dulu thn 2003 saat msh kerja saya sering dimutasi, diremehkan orang krna otak dan tenaga saya payah shg saya mengundurkan diri, nyari kerja lg baru sebentar dipecat krna tdk becus kerja. dulu saya kalau nyari jodoh sering ditolak cewe, diremehkan cewe, dibohongi teman, dimanfaatkan teman, diancam org, dipukul orang saat nyari cewe dll.. akibatnya saya selama 15 thn tiap hari marah marah, berkata kotor, susah tidur, kdng banting barang barang, sering berdoa yg buruk buruk dll. buka usaha kecil kecilan bangkrut, jualan online tdk laku.. apa saya kena gangguan ghaib? dulu kakek dan uwa saya paranormal sakti.. saya sdh 12thn agak rajin ibadah tp nasib tdk berubah..dulu thn 2003 saat merantau ke bdg saya melamar cewe nama nya nur (andir ciparay), tp lamaran saya ditolak, saya sampai skrng blm mampu melupakan dia. yg bikin saya cinta mati dg nur krna dia cantik, pendiam, lugu, rajin sholat, tdk matre, jarang keluyuran, dia juga jadi tulang punggung keluarga krna ortu nya petani miskin. saya mengira nur jodoh saya, krna saya kalau ada di dkt dia hidup saya semangat, hati saya damai, tp ternyata dia cewe yg paling sulit saya dapatkan. saya ngejar dia 2 thn (2001-2003) tp saya ditolak habis habisan. saya nyari yg lain gagal. saya ditolak lagi, dibohongi teman, dimanfaatkan teman dll. saya sdh pernah ditolak cewe 7x. pusink..
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus